Tampilkan postingan dengan label mukjizat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mukjizat. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Juni 2018

Mukjizat Abdul Somad

Belajar dari Ustad Abdul Somad

Da'wah beliau diterima oleh banyak umat muslim nusantara yang didalam negeri maupun yang diluar negri

Video video pengajiannya viral berserakan di FB,IG,YouTube dan medsos lainnya

Yang mendengar penyampaiannya dalam suatu kajian atau ceramah nya semakin semangat untuk memper dalam agama, Seorang presenter acara Da'wah mengatakan pertanyaan yang masuk biasanya 50-60 tapi ketika Ust Shomad mengisi sampai angka 250 ..ini rekor !!!luar biasa bukan?

Ternyata da'wah lurus, jujur, ikhlas itu lah yang sukses mengetuk hati umat

buktinya Ustad Abdul Somad (UAS) tidak pernah mengatakan semua agama benar dan masuk surga, 'Kafir ya kafir muslim ya muslim'. Tak pernah beliau menggadai akidah demi mencari aman. Tetap beliau tetap di cintai umat

UAS juga tegas melarang pemimpin kafir memimpin umat Islam tapi justru orang kafir sendiri ada yang suka mengikuti ceramahnya dan mengaku sukaa sama ceramahnya

UAS juga tidak pernah mendukung LGBT bahkan keras terhadap LGBT bahkan minta pelaku nya di tangkap karena tidak sesuai nilai Pancasila

UAS lantang suaranya menentang kriminalisasi terhadap ulama karena di nilai nya itu sesuatu yang jahat dan keji

Jadi, tidak harus menjual Aqidah untuk mendapatkan umat

Tanpa perlu 'carper' berlaku seakan paling toleransi hinga mengatakan "apapun agamanya selagi dia cinta NKRI pasti mendapatkan tempt terbaik disisi Allah taala" .
.

Belajar dari Ustad Abdul Somad ... untuk dicintai tidak mesti memanipulasi tapi cukuplah menjadi orang yang jujur dalam
berda'wah dan berani dalam mengkampanyekannya

Semoga Allah banyakkan orang orang seperti beliau..Aminn
Panjangkanlah umur beliau Ya Allah, Sehatkan Selalu Dirinya Ya Allah agar selalu bisa memberinpencerahan kepada umat ini, Amin Ya robbal 'Alamin...

Read More

Minggu, 03 Juni 2018

Mukjizat Akhir Zaman

MUKJIZAT AKHIR ZAMAN
.

.
iqro
iqro bismirobbikalladzi holaq
.
Itulah kalimat pertama dalam mukjizat akhir zaman yang turun di malam nuzulul quran.

Sebelumnya, mukjizat berujud sepotong tongkat yang membelah laut luas. Atau suatu kemampuan menghidupkan orang mati.

Bagaimana mungkin? Hanya rangkaian kalimat mampu melampaui kedahsyatan pembelahan laut?

Ya, setiap mukjizat sejatinya adalah penaklukan atas zamannya sendiri.

Pada suatu zaman di mana sihir menjadi puncak peradaban, maka sebuah tongkat yang mampu membelah lautan, adalah sebuah penaklukan atas puncak peradaban sihir.

Pada suatu masa di mana keterampilan penyambuhan menjadi puncak peradaban, maka menghidupkan orang mati adalah penaklukan atas peradaban penyembuhan.

Pada suatu masa di mana puncak peradaban manusia adalah sastra lisan, maka beyond sastra lisan adalah penaklukan atas zamannya.

Kini, di era akhir zaman ini, kita memasuki puncak peradaban baca tulis.

Tak kan ada gelar sarjana, tanpa skripsi.

Tak kan ada gelar magistra, tanpa thesis

Tak kan ada gelar doktoral, tanpa aktivitas membaca dan memproduksi disertasi.

Tak kan dikaji pemikiran Plato tanpa literasi Republik.

Takkan jadi wacana seorang Karl Marx tanpa menulis Das Capital.

Takkan dipuja Baudrillard tanpa buku Hiperrealita.

Di sinilah, mukjizat akhir zaman itu melampaui puncak peradaban ilmu dan literasi.

Mukjizat itu kini berupa sebuah kitab kode hukum, sekaligus kitab epistemologi, sekaligus sejarah nabi terdahulu, sekaligus sastra yang hebat, sekaligus kabar-kabar tentang fenomena semesta.

Semua itu hadir dalam satu komposisi huruf yang terukur, komposisi kata yang luar biasa.

Jika dulu mukjizat menghidupkan mayat itu hanya menyelamatkan empat orang,

Jika dulu mukjizat membelah laut itu hanya menyelamatkan satu kaum,

Maka mukjizat Al Quran itu bertugas menyelamatkan seluruh manusia dan alam semesta.

Dari kehidupan jahiliyah Quraisy maupun jahiliyah modern menuju kehidupan rahmatan lil alamin.

Tentu saja semua itu tercapai hanya ketika Al Quran diterapkan sepenuhnya oleh suatu institusi warisan Rasulullah; Khilafah Rasyidah, ala minhajin nubuwah.
.

Read More
Diberdayakan oleh Blogger.

Search This Blog