Tampilkan postingan dengan label hijrah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hijrah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 April 2018

Hijrah - Muslimah Cantik Indonesia

🌸 H I J R A H 🌸
--------------

Hijrah - Muslimah Cantik Indonesia
.
Duhai putriku,
sudikah kamu menolongku?
kemarin malam ayah bermimpi..
ayah melihat ke kanan ada taman yang begitu indah dgn banyak bidadari,
namun ketika ayah melihat kekiri,
Api hitam bergejolak tiada henti.
lalu aku melihat dirimu disampingku.
Lantas kamu mendorongku ke api neraka itu.
.
duhai putriku,
sudikah kau menolongku?
Aku tak butuh rumah megah yg kau tawarkan itu.
aku tak butuh mobil mewah yg kan kau belikan untukku itu.
aku tak butuh segala materi yg berhasil kau raih dgn kedudukanmu.
aku tak butuh semua itu putriku..
yang kuminta hanya satu..
berhijrahlah di jalan Rabbmu..
cukup bantu aku mengurangi beban hisabku dihadapan Rabbku.
cukup jadilah jembatan untukku menuju syurga bukan api neraka yg panas itu..
.
duhai putriku..
jikalau kau ingin membahagiakanmu..
maka berhijrahlah atas nama Allah untuk menyelamatkan orang tuamu.
cukup berhijrahlah..
maka aku akan sangat bangga padamu.
.
duhai putriku..
sudikah kau menolongku?
tolong pakailah hijab syar'imu,
tolong berhijrahlah menjadi bidadari untukku,
sebagai tiketku menuju syurga firdausMu.
tegakah kau melihatku merasakan pedihnya siksa neraka akibat egomu?
tegakah kamu duhai bidadari yg tiap malam kudoakan kesholihahan padamu?
.
duhai putriku.
kuingin melihat taman syurga bersamamu dan ibumu.
tiadakah kau ingin berkumpul kembali dgn kami di syurga?
berhijrahlah sayang..
Tolong kurangi beban hisabku dihadapan Allah.
Dan jadikanlah ibumu bangga karena telah melahirkanmu,
jadikan pula ayah bangga karena telah membesarkanmu.
.
.
wahai ayahku yg kucintai karena Allah,
apabila dunia dan diriku yg saat ini tak mampu membahagiakanmu,
maka kan kutinggalkan semuanya untukmu..
ku kan berusaha menjadi bidadari yg kau minta..
ku kan berusaha menjadi wanita yg Allah minta..
maka masuklah dikau di syurga abadiNya,
takkan kubiarkan satu gorespun kulitmu terkena api nerakaNya.
hijrahku.. untuk Allah, untuk ibu, untuk ibu, untuk ibuku dan untukmu.
karena ku juga ingin melihat keindahan sungai syurga yg Allah janjikan itu bersama ayah dan ibu.
.
duhai Rabb yg selalu kusandarkan diriku padaMu,
ajarilah aku menjadi bidadariMu..

Read More

Rabu, 07 Februari 2018

Berhijrahlah Karena Allah • Nasehat Islam

dari Umar bin Al Khathab radliallahu 'anhu. Dan dalam hadis Al Harits bahwa ia mendengar Umar berkata;

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Setiap amalan tergantung niat, dan setiap orang mendapatkan balasan dari niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya dicatat kepada Allah dan RasulNya. Sebaliknya barang siapa yang hijrahnya untuk dunia atau wanita yang hendak ia nikahi, hijrahnya sekedar mendapat tujuan hijrahnya."

(HR. Nasa'i)

Read More

Rabu, 31 Januari 2018

Awas Zina Hati • Aulia Izzatunisa

AWAS ZINA HATI

Wahai kawan...
Berhati-hatilah dengan suatu aktivitas yang hampir tidak kelihatan
Suatu aktivitas yang hanya mampu diketahui oleh dirinya sendiri dan tentu saja Allah Yang Maha Tahu isi hati
Apalagi kalau bukan aktivitas zina hati

Zina jenis ini biasanya terjadi oleh mereka yang terjaga pergaulannya
Mulai dari si bintang kelas yg kuper, ketua rohis, bahkan mungkin para aktivis
Aktivitas zina hati cenderung tidak terlihat dengan mata zahir
Karena tidak berorientasi cinta yg dilumuri nafsu dengan sentuhan fisik
Namun, biasanya zina jenis ini berawal dari rasa kagum, simpati, rasa hormat, atau karena rasa ingin berbagi dan saling memotivasi

Aktivitas zahirnya pun cuma sebatas lirikan mata yg malu-malu
Sapaan ringan dengan senyum manis saat bertemu
Atau hanya sekedar sms untuk membangunkan tahajud

Tapi tunggu dulu kawan... Ada fase yg bisa dikatakan 'maksiat halus' yang kadang muncul dalam aktivitas tersebut
Bisa pula disebagai T.A.B.L.I.S 》 TIPU DAYA IBLIS
Tenang dan diam lalu menghanyutkan, yaitu maksiat hati
Beginilah halusnya tipu daya setan
Maksiat hati atau zina hati
Terwujud dari rasa yang selalu merindu
Pikiran yang gelisah tak menentu
Berujung dengan rasa selalu menggebu disetiap waktu

Perasaan gelisah ini jika tidak segera ditepis dengan baik dan cepat, akan melahirkan rasa gundah yang dahsyat
Tak bisa konsentrasi
Pikiran terbebani
Hanya karena bayangan orang yang belum halal baginya

Inilah fase kemaksiatan yang lebih halus daripada zina tangan, kaki, mata dan telinga
Tetapi Islam tetap memerintahkan kita untuk menjauhinya
Karena Islam bahkan menyebutnya sebagai sebuah kemaksiatan, inilah ZINA HATI

Zinanya hati adalah dengan membayangkan
Berharap dan berangan-angan
Semoga kita semua dijauhkan oleh tipu daya setan
Memang tak terlihat namun itu tetaplah kemaksiatan..

Semoga Bermanfaat 😊

Pollow #MotivasiHijrahIndonesia

Read More

Hijrah Jadi Lebih Baik • Aulia Izzatunisa

Jangan asal berubah, tetapi perhatikan juga arahnya. Arah perubahan yang terbaik adalah menuju ke jalan yang lebih baik.

Hijrah itu bukan sekedar niat tapi dibuktikan dengan taat.

Menuju jalan kebaikan memang, Tak semudah dibayangkan. Tak semudah dikatakan. Tak semudah dilakukan.

Putus asa, menyerah, pesimis mungkin selalu menggoda memberhentikannya. Mencoba untuk mengembalikannya pada masa lalu yang kelam. Mencoba mengembalikannya pada keindahan dunia yang fana.

Bersyukur masih dikasih waktu oleh Allah. Tidak semua orang diberikan cukup waktu untuk berubah menjadi lebih baik

Wanita yang menutupi tubuh mampu mendatangkan pria yang mencintainya dengan hati. Sedangkan wanita yang memperlihatkan tubuh mampu mendatangkan pria yang mencintainya dengan nafsu.

Berubah bukan untuk menjadi yang Terbaik , namun berubah untuk menjadi yang lebih baik.

Aku tidak mencari yang terbaik, tetapi aku hanya mencari yang bisa merubah aku menjadi lebih baik lagi.

Kalau kita ingin berubah menjadi lebih baik karena Allah maka Allah akan mempertemukan orang-orang baik untuk kita.

Jomblo itu masuk kategori orang-orang sabar, menahan godaan untuk tidak pacaran di luar pernikahan.

Dengan memakai hijab, secara tidak langsung kamu menyampaikan bahwa kamu adalah wanita yang terhormat dan tidak murahan dan gampangan.

Sesuatu akan lebih bernilai tinggi, jika dijaga dengan sebaik-baiknya. Dan untuk wanita muslimah adalah dengan menutup aurat dari pandangan orang banyak.

Allah selalu siapkan yang terbaik bagi orang yang juga selalu pantaskan diri dalam kebaikan.

Hijab membuatmu terhormat di dunia dan mulia di akhirat, hijab buat cantikmu tak lekang diseret waktu bagai emas karat

Tak ada yang lebih romantis dari sujudnya hamba pada Tuhannya. Menyesal, berdoa, dan bertekad untuk berubah menjadi lebih baik lagi.

Bukan karena aku tak memiliki cinta apalagi rasa, namun aku ingin agar cinta dan rasa ini tetap terjaga.

Jomblo juga harus setia. Setia dengan kesendirian, sampai akhirnya menikah tanpa melalui pacaran.

Memang sangat berat menggunakan hijab, karena sulit untuk mengulurkan kerudung, tapi setiap perbuatan baik akan dibalas dengan baik juga.

Segala sesuatu menjadi indah karena awalnya telah terjaga. Peliharalah hati ini, hingga nanti pada masanya, kita persembahkan untuk sebuah jiwa yang juga menjaga, lagi diridhoi-Nya.

Jatuh cinta itu tidaklah haram, apa yang kita lakukan dengan cinta itulah yang akan membuat cinta itu haram ataukah halal. - Sheikh Yasir Qadhi

Berhijab bukan menjamin pahala sempurna, namun ia usahakan pahala tetap ada. Bila yang dijaga bisa tiada, apalagi yang dibiar saja.

Sendiri? Tidak masalah. Yang bermasalah itu 'berdua', padahal bukan sama haknya.


Jangan sibukan diri menghias demi mencari jodoh. Sibukkan diri memperbaiki iman demi mencari ridho Allah karena kita tak akan tahu siapa yang akan lebih dulu melamar kita, jodoh ataupun ajal.

Hijrah itu bukan sekedar niat tapi dibuktikan dengan taat.

Menjadi wanita, ada dua pilihan, menjadi besar-besar fitnah atau menjadi sebaik-baik perhiasan.

Karena dalam Islam hijab adalah identitas bagi muslimah, maka belum lengkap kalau kita belum terulur dengannya

Dan untukmu yang telah dengan ikhlas menjemput hidayah Allah, selamat. Semoga Allah menetapkan hatimu untuk tetap melabuhkan jilbab pada dirimu.

Yuk, hijrah. Jangan takut tak ditemani, Jangan takut dijauhi. Karena ada Allah yang Menemani. Di setiap langkah kita tuk membenahi diri. - sinar

Aku tetapkan dalam hatiku, aku ingin berhijrah. Aku ingin hidupku terarah, lebih bermakna, tidak diremehkan, hidup bahagia dunia sampai ke surga-Nya.

Mereka bilang diri ini  berbeda dengan penampilan saat ini.Mereka bilang diri ini terlihat aneh.

Banyak ejekan, sindiran, hinaan dan hasutan untuk mempengaruhi diri ini.Tapi diri ini berpikir, untuk apa kembali pada lubang yang sama? Bukankah pada akhirnya akan menyesal juga.

Sebagian wanita muslimah kadang agak sulit untuk hijrah. Selain tidak mudah kadang juga lingkungan tidak mendukung. Oleh karena itu perlu motivasi yang sangat luar biasa dalam diri untuk mengambil keputusan tersebut.

Semoga kata kata hijrah muslimah di atas bisa membangkitkan lagi semangat anda untuk terus memperbaiki diri, teguh di atas keputusan itu dan tetap berusaha untuk konsisten dalam kebaikan. Ingat bahwa keputusan hijrah wanita muslimah itu indah karena ketaatan itu manis dan Allah akan membersamai kita dengan rahmatNya.

Read More

Selasa, 30 Januari 2018

Tips Hijrah Ke Hijab Syar'i • Aulia Izzatunisa

TIPS HIJRAH KE HIJAB SYAR'I

Assalamu'alaikum ukhty shalihah.. Berikut tips-tips jika ingin memulai atau mencoba untuk berhijab syar'i😇

1. Begitu ada keinginan untuk mulai berhijab syar'i, langsung mulai. Jangan dipikir nanti begini, nanti begitu. karena gak akan ada habisnya. Biasakan saja diri kita dengan hijab panjang, lama-lama kita akan menemukan kenyamanannya.

2. Kalau kalian aktif di social media, cobalah lebih banyak follow akun-akun yang menginspirasi untuk berhijab syar'i atau follow sosok-sosok inspiratif yang berhijab syar'i. Karena tidak dipungkiri kalau kita banyak follow akun yang memperlihatkan hijab style yang masa kini dan keren, kita juga ingin seperti itu. Yaa kalau sudah begitu, harus diingat balik lagi tujuan berhijab kita apa, untuk terlihat keren dimata manusia atau Allah Subhanahu Wa Ta'ala :)

3. Jangan beralasan untuk berhijab syar'i itu mahal karena harus beli baju baru atau harga baju syar'i set yang mahal-mahal. Kalian bisa koq pakai yang ada. Bisa cari info dan tutorial hijab syar'i dari google dan youtube juga lho..

4. Coba lebih banyak membaca buku ataupun tulisan yang bikin kita JLEB JLEB JLEB. Banyak yang beralasan, kalau kita sudah tahu ilmunya tapi tidak dipraktekkan kan kita berdosa. Jadi lebih baik tidak baca, jadi tidak tahu, dan tidak berdosa. Padahal ini juga salah. Sebagai umat Islam, kita diwajibkan untuk terus menuntut ilmu Agama. Kita wajib mencari tahu yang benar tentang Islam dan ajaran-ajarannya yang benar-benar sesuai Al-Qur'an dan hadist.

5. Tips yang terakhir ini agak ekstrem, yaitu Fake It Until You Make It. Bisa dibilang sekarang hijab syar'i kan lagi trend, lagi banyak banget brand yang memproduksi baju syar'i. Yaa ikutin aja trendnya. Kalau menurut saya, tidak apa awalnya mau ikutan trend kalau lama-lama jadi terbiasa. Daripada tidak dimulai-mulai. hehe. Yang penting kalau sudah terbiasa dan nyaman, coba luruskan lagi niatnya, jangan karena trend semata tapi harus karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Hijab syar'i yang di maksud dalam tulisan ini adalah tampilan hijab yang menutup dada, baju longgar dan tidak membentuk badan, dan menutup aurat seperti kaki dan tangan (selain punggung dan telapak tangan). Semoga bermanfaat Ukhty Shalihah 😊

Read More

Proses Hijrah Wanita Salehah • Aulia Izzatunisa

"Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah" (HR. Muslim) .

Shalihah bagi saya itu bukan sekedar tujuan, tapi ia lebih pada harapan dan proses. Karena memang, untuk mendapat gelar 'shalihah' itu sendiri pasti akan membutuhkan proses yang panjang, waktu yang lama, dan bekal yang banyak.

Banyak yg berharap menjadi shalihah, namun ia enggan menjalani proses. Tapi, tidak sedikit juga yg menggebu-gebu dalam berproses menjadi shalihah itu. Setiap proses tentu saja patut kita hargai dan apresiasi.

Sisanya hanya perkara konsisten dan istiqamah saja. Menjadi shalihah juga indikatornya banyak. Harus begini, harus begitu, dll. Tapi hemat saya, inti dari semuanya adalah ketika kita sadar akan hubungan kita dengan Allah (idrak silah billah). Dengan kesadaran itu, kita akan hidup dalam Muraqabatullah atau merasa bahwa Allah selalu mengawasi kita, melihat kita, dan memperhatikan kita.

Bahwa tak mungkin ada yg luput dari pandangan Allah. Dari situ pulalah, tindak tanduk perbuatan kita akan terpandu dalam baik dan buruk di sisi Allah serta halal dan haram di sisi Allah. Sekali lagi, mendapat gelar shalihah bukanlah perkara yg mudah, karena ia sejatinya adalah gelar ukhrawi. Gelar yg akan Allah sematkan pada wanita-wanita yang hatinya penuh dengan asma Allah dan kecintaan pada Rasulullah serta kebanggaan pada Islam.

Jadi, coba tanyakan pada diri. Apakah aku sudah shalihah? Atau setidaknya sudah berproses menjadi shalihah? And here I am, currently in attempts to achieve that title, even I oftenly still have to fight with my 'inner me'. . So, Dear me, please be Shalihah because of Allah....😊😇

#ntms

Read More

Rabu, 24 Januari 2018

Hijrah Pada Nabi

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Mu'alla bin Ziyad mengembalikannya kepada Mu'awiyah bin Qurrah mengembalikannya kepada Ma'qil bin Yasar mengembalikannya kepada nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Ibadah saat terjadi pembunuhan sama seperti hijrah kepadaku." Berkata Abu Isa: Hadits ini gharib, kami hanya mengetahuinya dari hadits Hammad bin Zaid dari Mu'alla..

HR. Tirmidzi

Read More

Hijrah Ke Madinah - Hadits Bukhari

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Al Laits dari 'Uqail berkata Ibnu Syihab, telah menceritakan kepadaku 'Urwan bin Az Zubair bahwa 'Aisyah radliallahu 'anha, istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata; Aku belum baligh ketika kedua orang tuaku sudah memeluk Islam, sejak saat itu tidak ada satu haripun yang kami lalui melainkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang menemui kami di sepanjang hari baik pagi ataupun petang. Ketika Kaum Muslimin mendapat ujian, Abu Bakar keluar berhijrah menuju Habasyah (Ethiopia), ketika sampai di Barkal Ghimad dia didatangi oleh Ibnu Ad Daghinah seorang kepala suku, seraya berkata; "Kamu hendak kemana, wahai Abu Bakar?" Abu Bakar menjawab: "Kaumku telah mengusirku, maka aku ingin keliling dunia agar aku bisa beribadah kepada Tuhanku". Ibnu Ad Daghinah berkata: "Seharusnya orang seperti anda tidak patut keluar dan tidak patut pula diusir, karena anda termasuk orang yang bekerja untuk mereka yang tidak berpunya, menyambung silaturrahim, menanggung orang-orang yang lemah, menjamu tamu dan selalu menolong di jalan kebenaran. Aku akan menjadi pelindung anda. Maka kembali dan sembahlah Tuhanmu di negerimu." Maka Abu Bakar kembali dan berangkat pula Ibnu Ad Daghinah bersamanya. Lalu Ibnu Ad Daghinah pada sore hari berjalan di hadapan para pembesar Quraisy seraya berkata kepada mereka; "Sesungguhnya orang seperti Abu Bakar tidak patut keluar dan tidak patut pula diusir. Apakah kalian mengusir orang yang suka bekerja untuk mereka yang tidak berpunya, menyambung silaturahim, menanggung orang-orang yang lemah, menjamu tamu dan selalu menolong di jalan kebenaran?". Akhirnya orang-orang Quraisy tidak mendustakan perlindungan Ibnu ad Daghimah tehadap Abu Bakar, dan mereka berkata kepada Ibnu Ad Daghinah; "Perintahkanlah kepada Abu Bakar agar beribadah menyembah Tuhannya di rumahnya saja dan shalat serta membaca Al Qur'an sesukanya, dan janganlah dia mengganggu kami dengan kegiatannya itu dan jangan mengeraskannya karena kami khawatir akan menimbulkan fitnah terhadap istri-istri dan anak-anak kami". Ibnu Ad Daghinah menyampaikan hal ini kepada Abu Bakar. Maka Abu Bakar mulai beribadah di rumahnya dan tidak mengeraskan bacaan shalat dan tidak membaca al Qur'an diluar selain di rumahnya. Kemudian muncul ide pada diri Abu Bakar untuk membangun tempat shalat di halaman rumahnya yang melebar keluar, yang dapat dia gunakan untuk shalat disana dan membaca al Qur'an. Tetapi istri-istri dan anak-anak Kaum Musyrikin berkumpul disana dengan penuh keheranan dan menanti selesainya Abu Bakar beribadah. Dan sebagaimana diketahui Abu Bakar adalah seorang yang suka menangis yang tidak sanggup menahan air matanya ketika membaca al Qur'an. Maka kagetlah para pembesar Quraisy dari kalangan Musyrikin yang akhirnya mereka memanggil Ibnu Ad Daghinah ke hadapan mereka dan berkata kepadanya: "Sesungguhnya kami telah memberikan jaminan kepada Abu Bakar dengan jaminan dari anda untuk beribadah di rumahnya, namun dia melanggar hal tersebut dengan membangun tempat shalat di halaman rumahnya serta mengeraskan shalat dan bacaan, padahal kami khawatir hal itu akan dapat mempengaruhi istri-istri dan anak-anak kami, dan ternyata benar-benar terjadi. Maka laranglah dia. Jika dia mau beribadah kepada Rabbanya di rumahnya saja silakan. Namun jika dia menolak dan tetap mengeraskan suaranya, mintalah kepadanya agar dia mengembalikan perlindungan anda, karena kami tidak suka bila kamu melanggar perjanjian dan kami tidak setuju bersepakat dengan Abu Bakar". Berkata 'Aisyah radliallahu 'anha: Maka Ibnu Ad Daghinah menemui Abu Bakar dan berkata: "Kamu telah mengetahui perjanjian yang kamu buat, maka apakah kamu tetap memeliharanya atau mengembalikan perlindunganku kepadaku, karena aku tidak suka bila orang-orang Arab mendengar bahwa aku telah melanggar perjanjian hanya karena seseorang yang telah aku ikat dengannya." Maka Abu Bakar menjawab; "aku mengmbalikan kepadamu jaminan perlindunganmu, dan aku ridla dengan jaminan perlindungan Allah 'azza wajalla." Dan NAbi shallallahu 'alaihi wasallam pada saat itu sedang berada di Makkah, beliau bersabda kepada kaum muslimin: "Sungguh telah di perlihatkan kepadaku negeri tempat hijrah kalian yang memiliki pepohonan kurma diantara dua bukit yang berbatu hitam". Maka berhijrahlah orang yang mau berhijrah menuju Madinah. Begitu pula secara umum mereka yang berhijrah ke Habasyah ikut berhijrah ke Madinah. Lalu Abu Bakar juga bersiap-siap hendak berangkat menuju Madinah. Tetapi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepadanya: "Diamlah kamu di tempatmu, sesungguhnya aku berharap semoga aku mendapat izin (untuk berhijrah) ". Abu Bakar berkata: "Sungguh demi bapakku sebagai tebusan, apakah benar Tuan mengharapkan itu?". Beliau bersabda: "Ya benar". Maka Abu Bakar berharap dalam dirinya bahwa dia benar-benar dapat mendampingi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam berhijrah. Maka dia memberi makan dua hewan tunggangan yang dimilikinya dengan dedaunan Samur selama empat bulan. Ibnu Syihab berkata, 'Urwah berkata, 'Aisyah radliallahu 'anha berkata; Pada suatu hari di tengah siang ketika kami sedang duduk di rumah Abu Bakar, tiba-tiba ada orang yang berkata kepada Abu Bakar; "Ini ada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang pada waktu yang sebelumnya tidak pernah beliau datang kepada kami pada waktu seperti ini". Maka Abu Bakar berkata; "Bapak ibuku menjadi tebusan untuk beliau. Demi Allah, tidaklah beliau datang pada waktu seperti ini melainkan pasti ada urusan penting". 'Aisyah radliallahu 'anha berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang kemudian meminta izin lalu beliau dipersilakan masuk. Beliau masuk dan berkata kepada Abu Bakar; "Perintahkan orang-orang yang ada di rumahmu untuk keluar". Abu Bakar berkata; "Mereka itu dari keluarga tuan juga, bapakku sebagai tebusanmu, wahai Rasulullah". Beliau lalu berkata; "Sunnguh aku telah diizinkan untuk keluar berhijrah". Abu Bakar bertanya; "Apakah aku akan menjadi pendamping, demi bapakku sebagai tebusanmu, wahai Rasulullah?". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Ya benar". Abu Bakar berkata; "Demi bapakku sebagai tebusanmu, ambillah salah satu dari unta tungganganku ini". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "(Harus) dengan harga" 'Aisyah radliallahu 'anha berkata; Maka kami mempersiapkan untuk keduanya dengan baik dan kami buatkan bagi keduanya bekal makanan yang kami simpan dalan kantung kulit. Sementara Asma' binti Abu Bakar memotong kain ikat pingganngnya menjadi dua bagian lalu satu bagiannya digunakan untuk mengikat kantung kulit itu. Dari peristiwa inilah kemudian dia dikenal sebagai Dzatin Nithaqain (Wanita yang mempunyai dua potongan ikat pinggang). -'Aisyah radliallahu 'anha melanjutkan; - Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan Abu Bakar sampai di gua di bukit Tsur. Mereka bersembunyi disana selama tiga malam. 'Abdullah bin Abu Bakar, seorang pemuda yang cerdik lagi cepat tanggap ikut bersama keduanya bermalan disana. Pada waktu sahur (akhir malam) dia keluar meninggalkan keduanya dan pada pagi harinya dia berbaur dengan orang-orang Quraisy seperti layaknya orang yang bermalam di Makkah. Tidaklah dia mendengar suatu rahasia yang dapat memperdaya keduanya melainkan dia akan mengingatnya hingga dia datang menemui keduanya dengan membawa kabar ketika hari sudah mulai gelap. Dan 'Amir bin Fuhairah, mantan budak Abu Bakar menggembalakan kambing untuk diperah susunya dan diberikan kepada keduanya sesaat setelah berlalu waktu 'Isya', Maka keduanya dapat bermalam dengan tenang, dengan mendapat susu segar, yaitu susu hasil perahan kambing itu hingga Amir bin Fuhairah menggiring kambing-kambing tersebut untuk digembalakan saat menjelang pagi. Dia melakukan ini pada setiap malam selama tiga malam persembunyian itu. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan Abu Bakar mengupah seseorang dari suku Bani ad Diil, yaitu suku keturunan Bani 'Abdu 'Adi sebagai pemandu jalan. Orang itu adalah orang yang mengerti tentang jalur perjalanan. Orang ini telah ikut bersumpah dengan keluarga Al 'Ash bin Wa'il as Sahmiy dan juga dia adalah seorang yang beragama dengan agamanya orang-orang Kafir Quraisy. Namun Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan Abu Bakar menpercayainya dan menyerahkan kedua unta tunggangannya dan membuat perjanjian dengannya untuk membawa kembali unta tunggangan tersebut di gua Tsur setelah tiga malam pada waktu shubuh di malam ketiga. Kemudian 'Amir bin Fuhairah berangkat bersama keduanya dan seorang penunjuk jalan tadi. Pemandu jalan itu mengambil jalan di pesisir bersama mereka. Ibnu Syihab berkata; Dan telah mengabarkan kepadaku 'Abdur Rahman bin Malik Al Mudliji, keponakan Suraqah bin Malik bin Ju'syam, bahwa bapaknya mengabarkan kepadanya, bahwa dia mendengar Suraqah bin Ju'syam berkata; Datang kepada kami beberapa orang utusan Kaum Kafir Quraisy, yang menjadikan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan Abu Bakar sebagai sayembara berhadiah bagi orang yang membunuh atau menawan salah seorang dari keduanya. Dan ketika aku sedang duduk bermajelis di tengah majelis kaumku, Bani Mudlij, tiba-tiba datang menghadap seorang dari mereka lalu berdiri di hadapan kami yang sedang duduk bermajelis seraya berkata; "Wahai Suraqah, sungguh barusan aku melihat hitam-hitam di pesisir. Aku kira mereka itu adalah Muhammad dan shahabatnya". Suraqah berkata; Saya tahu bahwa mereka itu adalah yang dimaksud, tetapi aku berkata kepadanya; "sesungguhnya mereka itu bukan mereka (rombongan Rasulullah), akan tetapi kamu telah melihat fulan dan fulan, yang bergerak bersama-sama dengan mata-mata kami." Aku tetap berdiam di majelis itu beberapa saat, kemudian aku pergi pulang dan masuk ke rumah. Kemudian aku perintahkan pembantu wanitaku agar membawa keluar kudaku dari balik bukit dan menahannya hingga aku datang. Aku mengambil tombak lalu keluar dari belakang rumah. Aku menyembunyikan tombakku dengan meletakkan ujung bawah tombak itu ke tanah dan merendahkan ujung atasnya, ketika aku sampai pada kudaku, aku langsung menungganginya. Aku mempercepat lari kudaku itu agar aku dapat mendekati mereka. Ketika aku sudah dekat dengan mereka, kudaku terperosok ke tanah dan aku jatuh tersungkur. Aku bangun lalu aku menggapaikan tanganku ke tempat anak panahku lalu aku keluarkan beberapa anak panah untuk aku jadikan alat mengundi nasib. Aku mencari penjelasan denga cara mengundi anak panah itu, apakah aku akan mencelakai mereka atau tidak. Maka undian yang keluar adalah apa yang tidak aku senangi. Kemudian aku menunggang kudaku lagi tanpa percaya dengan hasil undian tadi agar aku dapat mendekati mereka lagi. Ketika aku (mendekat) sampai dapat mendengar bacaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan pada saat itu beliau tidak menoleh, sedangkan Abu Bakar sering kali menoleh kesana kemari, kaki depan kudaku kembali terperosok di dalam tanah hingga mencapai kedua lututnya dan aku terpelanting dari atasnya. Aku menghalau kudaku, lalu dia bangkit dan hampir saja dia tidak dapat mencabut kedua kakinya. Ketika kudaku sudah berdiri tegak, tiba-tiba pada bekas jejak kakinya keluar asap (yang tidak berasal dari api) lalu membubung ke langit bagaikan awan. Kemudian aku kemabli mencari penjelasan dengan undian dan lagi-lagi undian yag keluar adalah yang aku tidak sukai. Akhirnya aku memanggil mereka dengan jaminan keamanan. Maka mereka berhenti. Lalu aku menunggang kudaku hingga sampai kepada mereka. Ketika aku memperolah kegagalan (membunuh mereka), terbetiklah dalam hatiku bahwa kelak urusan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam akan menang. Aku berkata kepada beliau; "Sesungguhnya kaum anda telah membuat sayembara berhadiah atas engkau". Lalu aku menceritakan kepada mereka apa yang sedang diinginkan oleh orang-orang atas diri beliau. Kemudian aku menawarkan kepada mereka berdua perbekalan dan harta bendaku, namun keduanya tidaklah mengurangi dan meminta apa yang ada padaku. Akan tetapi beliau berkata: "Rahasiakanlah keberadaan kami". Lalu aku meminta kepada beliau agar menulis surat jaminan keamanan, maka beliau menyuruh 'Amir bin Fuhairah untuk menuliskannya pada kulit yang telah disamak. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melanjutkan perjalanan. Ibnu Syihab berkata; telah mengabarkan kepadaku 'Urwah bin Az Zubair, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertemu dengan Az Zubair dalam rombongan kafilah dagang Kaum Muslimin. Mereka adalah para pedagang yang baru kembali dari negeri Syam, Az Zubair memakaikan pakaian berwarna putih kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan Abu Bakar. Kaum Muslimin di Madinah telah mendengar keluarnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dari Makkah, dan mereka setiap pagi pergi ke Harrah untuk menyambut kedatangan beliau sampai udara terik tengah hari memaksa mereka untuk pulang. Pada suatu hari, ketika mereka telah kembali kerumah-rumah mereka, setelah menanti dengan lama, seorang laki-laki Yahudi naik ke atas salah satu dari benteng-benteng mereka untuk keperluan yang akan dilihatnya, tetapi dia melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan shahabat-shahabatnya berpakaian putih yang hilang timbul di telan fatamorgana (terik panas). Orang Yahudi itu tidak dapat menguasai dirinya untuk berteriak dengan suaranya yang keras; "Wahai orang-orang Arab, inilah pemimpin kalian yang telah kalian nanti-nantikan". Serta merta Kaum Muslimin berhamburan mengambil senjata-senjata mereka dan menyongsong kedatangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di punggung harrah. Beliau berdiri berjajar dengan mereka di sebelah kanan hingga beliau singgah di Bani 'Amru bin 'Auf. Hari itu adalah hari Senin bulan Rabi'ul Awwal. Abu Bakar berdiri sementara beliau duduk sambil terdiam. Maka mulailah orang-orang Anshar yang belum pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberi ucapan selamat kepada Abu Bakar hingga sinar matahari langsung mengenai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Maka Abu Bakar menghampiri beliau dan memayungi beliau dengan selendangnya. Saat itulah orang-orang baru tahu mana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tinggal di rumah Bani 'Amru bin 'Auf sekitar sepuluh malam dan beliau membangun sebuah masjid yang dibangun atas dasar ketaqwaan, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat di masjid itu. Selanjutnya beliau mengendarai unta beliau untuk berjalan bersama orang-orang sampai unta beliau menderum di masjid Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di Madinah, masjid dimana Kaum Muslimin mendirikan shalat. Sebelumnya masjid tersebut adalah tempat penjemuran kurma milik Suhail dan Sahal, dua anak yatim di bawah perwalian As'ad bin Zurarah. Kemudian ketika untanya menderum, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Insya Allah, inilah tempat tinggalku". Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memanggil kedua anak yatim itu untuk membeli tempat penjemuran kurma itu, untuk dijadikan masjid. Kedua anak yatim itu berkata; "Tidak. Bahkan kami telah menghibahkannya kepada tuan. Wahai Rasulullah." Tetapi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak mau menerima hibah keduanya sampai akhirnya beliau membelinya dari kedua anak itu. Selanjutnya beliau membangunnya sebagai masjid dan mulailah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersama para shahabat beliau memindahkan batu-batu untuk membangunnya. Sambil memindahkan batu-batu itu beliau bersya'ir: "Barang yang dibawa ini (batu-batuan) bukanlah barang dari Khaibar.Ini adalah lebih baik, wahai Rabb kami, dan lebih suci". Dan beliau juga bersya'ir: "Ya Allah, sesungguhnya pahala itu adalah pahala akhirat. Maka rahmatilah kaum Anshar dan Muhajirin". Perawi membawakan sya'ir seseorang dari Kaum Muslimin namun tidak disebutkannya kepadaku. Ibnu Syihab berkata; Diantara hadits-hadits yang ada, tidak ada satupun hadits yang menerangkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membawakan sya'ir secara sempurna selain dari hadits ini".

HR. Bukhari

Read More

Selasa, 23 Januari 2018

10 Dosa Yang Sudah Dianggap Hal Biasa Bagi Sebagian Muslim Di Indonesia





Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu
Berikut adalah rangkuman dosa dosa yang sudah diterangkan dalam Al-Quran dan Sunnah Tapi tetap saja dilanggar oleh sebagian Muslim di Indonesia, kalau saya menyebutnya Islam Ktp. Hati hatilah karena sebagian adalah dosa besar dan bisa membatalkan keislaman.


1. Dosa Tidak Menutup Aurat





وَقُلْ لِّـلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَـضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوْبِهِنَّ ۖ  وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اٰبَآئِهِنَّ اَوْ اٰبَآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اَبْنَآئِهِنَّ اَوْ اَبْنَآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْۤ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْۤ اَخَوٰتِهِنَّ اَوْ نِسَآئِهِنَّ اَوْ مَا مَلَـكَتْ اَيْمَانُهُنَّ اَوِ التّٰبِعِيْنَ غَيْرِ اُولِى الْاِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفْلِ الَّذِيْنَ لَمْ يَظْهَرُوْا عَلٰى عَوْرٰتِ النِّسَآءِ ۖ  وَلَا يَضْرِبْنَ بِاَرْجُلِهِنَّ لِيُـعْلَمَ مَا يُخْفِيْنَ مِنْ زِيْنَتِهِنَّ   ۗ  وَتُوْبُوْۤا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.
[QS. An-Nur: Ayat 31]

Dan juga ayat ini,


يٰۤـاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيْبِهِنَّ   ۗ  ذٰ لِكَ اَدْنٰٓى اَنْ يُّعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ   ۗ  وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا


Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
[QS. Al-Ahzab: Ayat 59]


2. Dosa Pacaran / Zina





وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰٓى اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً   ۗ  وَسَآءَ سَبِيْلًا
Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.
[QS. Al-Isra': Ayat 32]


فَمَنِ ابْتَغٰى وَرَآءَ ذٰلِكَ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْعٰدُوْنَ ۚ
Maka barang siapa mencari di luar itu (seperti zina, homoseks, dan lesbian), mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
[QS. Al-Ma'arij: Ayat 31]


Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagian zina anak keturunan Adam yang pasti ia jumpai, zina kedua mata adalah melihat, zina lidah adalah mengucap, zina hati adalah berangan dan bernafsu, dan kemaluan akan membenarkan hal tersebut atau mendustakannya.
(HR. Abu Daud 2152)


3. Dosa Ghibah & Fitnah






Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bertanya: "Tahukah kamu, apakah ghibah itu?" Para sahabat menjawab; 'Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.' Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Ghibah adalah kamu membicarakan saudaramu mengenai sesuatu yang tidak ia sukai.' Seseorang bertanya; 'Ya Rasulullah, bagaimanakah menurut engkau apabila orang yang saya bicarakan itu memang sesuai dengan yang saya ucapkan? ' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: 'Apabila benar apa yang kamu bicarakan itu ada padanya, maka berarti kamu telah menggunjingnya. Dan apabila yang kamu bicarakan itu tidak ada padanya, maka berarti kamu telah membuat-buat kebohongan terhadapnya.'
(HR. Muslim)


4. Dosa Berdusta




Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya cerita yang paling buruk adalah cerita dusta, dan sebagian dusta itu tidak pantas dijadikan sesuatu yang serius dan canda. Seorang laki-laki tidak boleh berjanji kepada anaknya kemudian ia tidak menunaikan janjinya itu. Sesungguhnya kebenaran itu membimbing kepada kebajikan dan kebajikan itu membimbing ke surga. Sesungguhnya dusta itu menunjukkan pada kedurhakaan dan kedurhakaan itu membimbing ke neraka. Sesungguhnya akan dikatakan kepada orang yang jujur; Ia jujur dan bajik. Dan akan dikatakan kepada orang yang berdusta; Ia berdusta dan durhaka. Sesungguhnya seseorang akan berlaku jujur hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai orang yang sangat jujur dan berlaku dusta hingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta." Beliau bersabda kepada kami: "Maukah aku beritahukan kepada kalian apa itu Al 'Adlhu itu? Sesungguhnya Al 'Adlhu adalah mengadu domba yang akan menghancurkan antara manusia."
(HR. Darimi)


5. Dosa Maksiat




Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: " Wajib bagi seorang muslim mendengar dan taat dalam perkara yang ia sukai dan ia benci kecuali jika ia diperintah untuk berbuat maksiat, jika ia diperintah untuk berbuat maksiat maka tidak ada kewajiban mendengar dan taat."
(HR. Nasa'i)


6. Dosa Judi




Rasulullah SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM bersabda: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas umatku yaitu, khamer, judi, Mizr (sejenis minuman keras dari jelai), Qinniin (sejenis permainan judi bangsa Romawi) dan Kubah (permainan dadu)."
(HR. Ahmad)


7. Dosa Minum Minuman Keras





Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa meminum khamr maka cambuklah ia, jika mengulanginya lagi maka cambuklah ia, jika mengulanginya lagi maka cambuklah ia, kemudian jika mengulanginya lagi maka bunuhlah ia."
(HR. Ahmad)


8. Dosa Riba





"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaknat pemakan riba, orang yang menyuruh makan riba, juru tulisnya dan saksi-saksinya." Dia berkata, "Mereka semua sama."
(HR. Muslim)


9. Dosa Meninggalkan Sholat



Pemisah Antara seorang hamba dengan kekufuran dan keimanan adalah shalat. Apabila dia meninggalkannya, maka dia melakukan kesyirikan.” (HR. Ath Thobariy dengan sanad shohih. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shohih. Lihat Shohih At Targib wa At Tarhib no. 566).


10. Dosa Syirik



اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰ لِكَ لِمَنْ يَّشَآءُ  ۚ  وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَـرٰۤى اِثْمًا عَظِيْمًا
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.

[QS. An-Nisa': Ayat 48]





Itulah sedikit yang bisa saya jelaskan, mungkin tulisan ini akan revisi lagi di suatu hari nanti.
Semoga tulisan ini menjadi renungan dan peringatan, agar kita bisa memperbaiki keislaman kita untuk lebih baik lagi dan lurus lagi.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu
Read More

Jumat, 19 Januari 2018

Amalan Yang Utama Menurut Rasulullah

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ditanya; amalan apakah yang lebih utama? Beliau bersabda; lama berdiri (Sholat). Ia ditanya; sedekah apakah yang paling utama? Ia berkata; pemberian orang miskin, ia ditanya; hijrah apakah yang paling utama? Beliau bersabda; orang yang meninggalkan apa yang Allah haramkan. Ia ditanya; jihad apakah yang paling utama? Beliau bersabda; orang yang berjihad memerangi orang-orang musyrik dengan harta dan jiwanya. Ia ditanya; terbunuh bagaimana yang paling mulia? Beliau bersabda; orang yang ditumpahkan darahnya dan kudanya disembelih.

- HR. Abu Daud

- Islam Nasehat

- @islam_nasehat

Read More

Rabu, 08 November 2017

Hijrahmu Palsu

▶Dulu, kamu gemar memamerkan aurat dengan pakaian ketat serba mini dan banyak gaya.
✅Sekarang, yang kamu pamerkan mata indah lentikmu yang mendapat pujian dari ikhwan sejagad maya.
Lalu, apa bedanya?
.
▶Dulu, kamu habiskan waktumu dengan pacaran bercumbu mesra.
✅Sekarang, kamu pun berduaan dengan ikhwan modus di chat whatsapp, berlindung di balik "taaruf" dan Kau Viralkan "TANPA PACARAN"
apa bedanya?
.
▶Dulu, kamu mengidolakan oppa-oppa korea yang katamu tampan, kamu pun tak bisa menundukkan pandangan.
✅Sekarang, kamu berpindah pada ikhwan-ikhwan 'religi' selebgram, katamu itulah suami idaman.
Lalu, apa bedanya?
.
💯Tampilanmu memang berubah, hadir dikomunitas 'akhwat berniqab' ke sana kemari, lalu foto selfie wefie-mu bertebaran di sana sini, tapi majlis ilmu tak pernah kau kunjungi.
.
📚Hafalan al-Qur'an-mu tak bertambah, pemahamanmu mengenai agama sebatas mengandalkan logika dan "katanya", tak pernah tersentuh kitab-kitab para ulama, lalu mau kau apakan anak-anakmu kelak?
.
Apa yang akan engkau ajarkan pada mereka❓
.
Shalihah, mari jadikan diri kita lebih baik, bukan sekadar tampilan, tapi juga dari segi keilmuan.
Karena perempuan adalah tonggak sebuah peradaban.
.
🌹Shalihah, Mari kita datangi majelis ilmu, sibukkan diri kita dengan ilmu, ilmu, dan ilmu. Lalu barengi dengan perbaikan adab, hapus foto-fotomu, jangan terperdaya dengan pujian, itu hanya ucapan yang akan menjauhkanmu dari keberkahan.
.
Carilah ridha Allah semata.
Teladanilah para istri Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabiyah--dimana kita tak pernah tahu raut wajah mereka, namun nama mereka sampai saat ini harum mewangi.

#muhasabahdiri
.

Read More

Sabtu, 04 November 2017

4 Tingkatan Dalam Hijrah

.
#Hijrah
adalah masa awal dari zamannya hal hal buruk masih sering dilakukan dan berusaha di perbaiki

#Hamasah
adalah masa semangat dalam gelorah hijrah terus memperbaiki diri namun sering kali masih futur /down

#Istiqamah
adalah masa dimana iman mulai stabil dan memiliki amalan andalan sebagai benteng menjaga Taqwa

#Qudwah
adalah masa yg sudah istiqamah dan dapat memberikan manfaat untuk orang lain serta dapat di jadihkan teladan.

IG : @islam_nasehat

Blog : www.islam-nasehat.tk

Read More

Rabu, 14 Juni 2017

Hadits Ahmad No. 12611

"Anak laki-laki saudara perempuan adalah bagian dari kaum, Bukankah kalian telah mengatakan begini begini?. Tidakkah kalian rela jika orang-orang pulang dengan membawa dunia sedang kalian pulang dengan membawa Muhammad ke rumah kalian?". Mereka menjawab, ya wahai Rasulullah. (Rasulullah shallahu'alaihi wasallam lantas bersabda, "Demi yang jiwaku berada ditanganNya, jika manusia berjalan di suatu bukit atau pemukiman, maka aku berjalan di bukit atau pemukiman yang dilalui anshar. Kaum anshar adalah kawan dekatku dan tempat menyimpan rahasiaku, kalau saja tidak karena hijrah, maka aku adalah orang anshar".

(HR. Ahmad: 12611)

Read More
Diberdayakan oleh Blogger.

Search This Blog